Hidup Itu Adalah Pembelajaran Tiada Henti

Sebuah judul yang klise dan bahkan aku pun sering banget nulis masalah ginian entah itu di Twitter atau pun di blog aku. Biarkan saja lah, aku hanya sedang ingin menulis, semoga saja jadi rezeki aku. Apa hubungannya menulis di blog yang belum terdaftar adsense dengan rezeki? Semoga terbukti yah nanti suatu saat, aamiin…

Pembelajaran menurut kbbi adalah proses, cara, perbuatan menjadikan orang atau makhluk hidup belajar. Sungguh definisi yang aneh menurut otak aku yang sedang ingin jenius ini, wkwkwk. Baiklah aku garis bawahi sendiri aja deh, mungkin pembelajaran adalah proses belajar. Keren kan yah garis bawah dari aku? :mrgreen: :mrgreen: :mrgreen:

Masih menurut kbbi, belajar adalah berusaha memperoleh kepandaian atau ilmu. Tulisan ini mulai berasa kurang asik, semoga nanti pas udah selesai, jadi asik, haha. Singkatnya belajar dan pembelajaran itu mempunyai arti yang identik menurut kbbi, yaitu proses dari berusaha memperoleh kepandaian atau ilmu.

Kita mulai ngacapraknya (ngelanturnya, karena rencananya tulisan ini akan dilekatkan ke Filsafat Rokok) dengan mengikuti otak aku yang sedang ego untuk merinci langkah demi langkah dari pembelajaran. Karena di judul terkait dengan hidup, jadi tulisan ini masih “Mungkin” dan belum tentu kebenarannya, kalau ada benarnya Alhamdulillah. Berikut langkah-langkahnya :

  1. Selalu posisikan diri kita butuh ilmu, setiap waktu (aku belum bisa yang ini) atau sesering mungkin atau secara berkala, misalnya dijadwalkan belajar sehabis subuh atau setelah ashar. Intinya, berusaha untuk belajar, minimal 1 hari sekali secara continue. Kalau terlewat, diqadha di waktu berikutnya.
  2. Gunakan auto pilot di hati kita (silahkan klik kalau ingin baca tentang auto pilot di hati), untuk mempelajari hal apa sih yang sangat penting buat kita. Menurut hemat aku, kita punya tugas belajar yang berbeda-beda, tergantung peran kita di dunia ini ditugaskan Tuhan untuk menjadi apa. Misal nih, kata hati kita ingin belajar tentang matematika, mungkin saja suatu saat peran kita adalah menjadi seorang Profesor Matematika. Atau misalnya kata hati kita ingin belajar tentang menulis, mungkin saja Tuhan memberikan kita peran sebagai pengarang novel best seller suatu saat nanti, misalnya.

Aku udah ngetik nomor 3, dan ternyata gak ada ide lagi. Berarti memang segitu saja langkah-langkah pembelajaran yang otak aku ketahui, Sad. Wkwkwk… tapi lumayanlah jadi tulisan, semoga tidak menyesatkan. :mrgreen: :mrgreen: :mrgreen:

Advertisements

3 thoughts on “Hidup Itu Adalah Pembelajaran Tiada Henti

  1. theschoolofmaster September 11, 2019 / 8:44 am

    Tulisannya belajar kak. Mgkn kakak pernah tahu ikigai kah, ala jepang?

    Like

    • Andri Herdiana September 11, 2019 / 1:30 pm

      Sedikit faham sih, tapi aku lebih suka kaizen gitu. Jadi lagi belajaran untuk lebih baik setiap hari, walau belum ada hasilnya. Haha

      Like

Silahkan komen...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s