Auto Pilot di Hati #MasihMungkin

Sumber gambar : Reader’s Diggest

Judulnya lumayan keren yah gaes? Ada auto-autonya gituh. Ngomongin auto nih gaes, artinya memang menjadi rada aneh semenjak keseret ke bahasa gaul anak-anak sekarang alias kids zaman now. Wkwkwk… cobain aja nih !

“Karena ku selow, sungguh selow
Sangat selow, tetap selow
Santai, santai, jodoh gak akan kemana.”

Jadi ‘auto nyanyi’ kan yah gaes? Wkwkwk… nah begitulah kira-kira pengertian auto, mudahnya ‘otomatis’ saja sudah. Jadi maksudnya auto pilot di hati itu apa? Sesuai judul yang aku kasih hastag, jadi ini masih mungkin yah, alias belum tentu kebenarannya. Anggap saja khasanah wacana dari seorang blogger yang berusaha untuk lebih produktif dalam menulis.

Kalau manusia diibaratkan pesawat terbang, maka yang mengendalikan pesawat itu adalah seorang pilot. Lantas apa yang mengendalikan kita semuanya? Apakah diri kita sendiri? Ataukah dikendalikan oleh yang menciptakan kita? Biarlah hati kita masing-masing yang menjawab. Cie… agak geli-geli gimana gituh kalau ngomongin hati tuh, secara aku masih belum punya teman hati hingga saat ini. Sad… wkwkwk…

Pertama baca tentang auto pilot ini di sebuah posting Facebook, yang aku lupa lagi siapa yang posting pada waktu itu. Semoga aku bukan flagiat yang mencatut tulisan seseorang tanpa sumber, lagipula aku benar-benar tidak tahu dimana postingan itu berada sekarang. Inti dari posting tersebut adalah :

Hidup kita tidak akan tersesat, dan selalu akan menuju arah yang benar, apabila kita menggunakan auto pilot di hati kita.

Nah… setelah baca postingan ini aku jadi mikir keras, apa iya di hati ada auto pilot? Masa sih? Koq hidup aku masih berasa tersesat gini, aku masih jauh dari kata sukses, berhasil, kaya dan segudang mimpi lainnya. Wkwkwk… apakah mungkin auto pilot di hatiku gak berfungsi?

Aku coba babar versi “Filsafat Rokok” aja deh, sedalam dan sejauh yang aku tahu. Auto pilot adalah pilot otomatis yang menuntun hidup kita bahagia dunia akhirat (sukses aja yah singkatnya mah). Auto pilot juga biasa disebut dengan “kata hati”, pasti sering dengar ungkapan : “ikutin saja apa kata hati.”

Auto pilot atau kata hati atau “khatir” sejauh yang aku tahu dalam sebuah kitab (yang aku lupa nama kitabnya), berasal dari :

  • Allah
    Ini adalah auto pilot yang paling utama. Sungguh beruntung orang yang sudah mendapatkan auto pilot dari Allah. Biasanya ini diperoleh oleh orang-orang soleh, para wali dan ke atasnya lagi.
  • Malaikat
    Ini adalah auto pilot yang didapatkan oleh mereka-mereka yang sedang berusaha untuk menjadi baik, walau pada kenyataannya belum baik. Misal nih shalatnya bolong-bolong, tetapi tiba-tiba kata hatinya terbesit untuk ikut pengajian. Intinya terkadang malaikat membisikkan ke hatinya sebuah petunjuk ke arah kebaikan.
  • Jin
    Ini adalah auto pilot yang labil, bisa baik atau sebaliknya bisikan buruk. Tergantung jin yang membisiki apakah dia jin baik atau jin buruk. Setahu aku, seorang manusia bisa sampai mendapat bisikan jin dikarenakan hidupnya masih labil dan cenderung ke arah yang aneh-aneh. Misalnya senang mencari ilmu metafisika dan ilmu ghaib.
  • Syaitan
    Ini adalah auto pilot yang semua manusia mendapatkannya, kecuali Baginda Nabi Muhammad SAW (dikarenakan beliau terjaga dari dosa). Perbedaannya adalah intensitas dari masuknya bisikan syaitan ke hati, ada yang sering dan sebaliknya ada yang jarang sekali. Tipe dari bisikan syaitan di hati itu lembut, dan terkadang manusia sering tidak menyadarinya. Semoga kita dilindungi Allah dari auto pilot yang berasal dari syaitan ini.

Semoga kita bisa membedakan jenis-jenis auto pilot di atas, jadinya kita tidak memakai auto pilot dari jin jahat, apalagi dari syaitan. Indikatornya apa? Salah satunya, ketika kita mengerjakan sesuatu yang berasal dari auto pilot atau kata hati, lihat saja outputnya. Apakah kita semakin bahagia, ataukah sebaliknya menjadi semakin ruwet dan tidak terarah.

Sudah sampai manakah auto pilot kita? Masih seperti aku yang kesel kenapa penulisan auto pilot itu harus disatukan? Ataukah masih seperti aku lainnya yang masih auto sedih dikarenakan seseorang yang aku suka masih gak respon? Apapun itu, ini adalah bahasan “Filsafat Rokok” yang aku sudah tekankan #MasihMungkin, jadi belum tentu kebenarannya. Kalau ada baiknya, Alhamdulillah, kalau ada jeleknya, skip saja yah gaes. Sekian dan terimakasih, semoga tidak auto ngakak… :mrgreen: :mrgreen: :mrgreen:

Advertisements

One thought on “Auto Pilot di Hati #MasihMungkin

Silahkan komen...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s