Reset Diri

Reset – sumber gambar: TomFerry

Jam segini nulis gaes? Yah gak apa-apa, gak ada yang larang ini kan? Daripada jam segini maling, yang ada dapat dosa, apalagi kalau ketangkap… wah udah tambah beribet ceritanya. Buat para maling dimanapun berada, mending pulang dan siap-siap sahur yah, wkwkwk…

Pembukaan tulisan yang kurang bagus sepertinya, gak apa-apa deh, masa iya harus dihapus lagi? Keburu imsak nanti ! Okay… sesuai dengan judul di atas genteng, aku akan ngacapruk bahas “Reset Diri”. Intinya aku sedang melamun dan tiba-tiba terlintas sebuah teori tentang cara mengembalikan diri kita ke kondisi terbaik, begitulah kira-kira Reset Diri versi blog aku.

Mungkin sudah ada orang lain yang bahas tentang reset diri ini, aku gak perduli dan tetap ingin melanjutkan nulis versi aku sendiri. Egois banget yah? Kaya yang udah jadi orang sukses aja? Wkwkwk… apa salahnya sharing coba? Kalau dirasa benar yah alhamdulillah, kalau dirasa salah yang tinggal skip aja. Begitulah mudahnya gambaran kehidupan di otak aku, kadang-kadang !

Seperti sebuah komputer, laptop atau pun smartphone, diri kita juga terkadang mengalami masa-masa ngehang, lemot atau sudah terlalu banyak data kehidupan yang tidak penting yang kita simpan dan “virus” tidak baik yang merajalela. Nah… kalau di komputer atau laptop kan gampang yah, tinggal fresh install ulang saja, beres. Begitu juga dengan smartphone, reset factory setting akan menyelesaikan masalah. Lalu bagaimana caranya reset diri?

Seperti yang udah aku bilang sebelumnya, ini cara aku kalau dirasa benar silahkan diambil baiknya, pun sebaliknya kalau salah tinggal skip aja dan jangan pernah menuntut aku ke pengadilan. Jadi gini, setahu aku… untuk umat muslim, ada sebuah moment dimana manusia disebutkan akan kembali lagi kepada fitrahnya alias suci, tepatnya hari raya Idul Fitri.

Menurut kesotoyan aku Idul Fitri adalah Maha Baiknya Allah dengan mereset semua manusia muslim kepada titik fitrahnya, bahkan diibaratkan seperti selembar kertas kosong. Walaupun menurut aku, selembar kertas kosong terlalu sedikit untuk menulis semua cerita kehidupan tiap-tiap orang sampai Idul Fitri berikutnya, tapi ya sudahlah namanya juga ibarat.

Apakah pada setiap Idul Fitri kita sudah merasa di reset dan kembali fitrah alias kembali ke titik nol? Atau masih ngehang dengan uang yang menipis setelah bagi-bagi THR dan keperluan lebaran lainnya? Atau ngehang dengan pertanyaan “kapan nikah”, “kapan wisuda”, “koq sekarang gemukan sih”, dan pertanyaan aneh lainnya?

Ya… momen Reset masal dari langit ini memang tidak semua bisa merasakannya, padahal setahu aku semua muslim mendapatkan kadar resetnya masing-masing, karena Allah Maha Baik. Tapi mungkin hasil resetnya berbeda-beda, ada yang setelah Idul Fitri benar-benar berubah drastis menjadi lebih baik dan lebih sukses, ada juga yang begitu-begitu saja seperti aku. Wkwkwk…

Okay… biar lebih berasa “Reset Diri” nya, mungkin kita harus mereset diri kita secara manual. Yang secara teori, tidak ada kepastian berhasil atau tidaknya “Reset Diri” ini. Namanya juga usaha, kalau suatu saat nanti aku berhasil jadi orang sukses, mungkin teori reset diri ini ada benarnya. Begini tahapan aku kalau sedang “Reset Diri” :

  • Bismillahirrahmanirrahim
  • “Niat hamba reset diri/aku lillahita’ala”
  • Sholawat

Udah gitu aja sih tahapan mudahnya, wkwkwk… terus apa efeknya? Yang aku rasain sih ada banget gaes, aku benar-benar merasa di reset kembali ke titik nol. Aku mulai gak ngehang dan gak lemot lagi, menurut aku yah. Anehnya, rasa aku ke beberapa wanita cantik itu tidak bisa di reset, aku masih saja jatuh hati pada mereka. :mrgreen: :mrgreen: :mrgreen:

Alangkah lebih baiknya kalau kita “Reset Diri” dengan mengikuti cara ‘khalwat’ baginda Nabi Muhammad SAW. Seperti kita ketahui, beliau berkhalwat di Gua Hira selama Bulan Ramadhan. Dan outputnya luar biasa Agung, Al-Quran diturunkan ke dunia di Gua Hira melalui Malaikat Jibril kepada Nabi Muhammad SAW ketika sedang khalwat.

Terus aku cari gua dimana? Serem juga kan yah, sendirian di gua? Islam itu kan mudah dan memudahkan, jadinya kalau belum mampu di gua, cari tempat pengganti lain saja. Kamar misalnya atau garasi atau dapur atau ruang bawah tanah, asal jangan di ruangan milik orang lain saja. Nanti kita diusir… wkwkwk…

Terus ngapain saja khalwatnya? Bismillah, Sholawat dan biarkan Allah membimbing kita. Gak percaya? Skip saja, seperti yang sudah aku katakan berulang kali. Harapan aku sih, selain reset diri, kita juga akan mendapatkan ilham untuk menjadikan hidup kita lebih baik dan lebih sukses.

Apakah ngacapruk aku sudah mirip Mario Teguh? Super sekali… wkwkwk. Niat aku sih sharing saja dengan teman-teman semuanya, tidak ada maksud menjadi Mario Teguh, apalagi Mario Lawalata. Dan ternyata tulisan yang aku niatkan di kategori “Filsafat Rokok” ini selesai lebih dari imsak. Kalau ada baiknya Alhamdulillah, sebaliknya kalau ada salah, please ! Jangan tuntut aku ke pengadilan yah ! :mrgreen: :mrgreen: :mrgreen:

Advertisements

2 thoughts on “Reset Diri

  1. MP Bhaskara May 21, 2019 / 2:32 am

    aaamiin, semoga jg bisa upgrade diri biar g d titik 0 terus, om mario hhe

    btw , Reset masal dari langit = idul fitri,
    Shutdown masal dari langit = … .

    Liked by 1 person

    • Andri Herdiana May 21, 2019 / 4:47 pm

      Shutdown masal dari langit = kiamat mungkin yah masbro?
      Wkwkwk… aku bukan om Mario.

      Like

Silahkan komen...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s