Filsafat Rokok

Al Farabi

Sejak memasuki dunia kuliah, aku sering merasakan sesuatu hal yang aneh apabila membaca atau mendengar sesuatu tentang filsafat. Seperti deg-degan penuh antusias untuk belajar mengenal lebih dalam, dan ingin menjadi ahli filsafat. Deg-degan akan filsafat ini rasanya sudah mendekati frekuensi seperti kalau aku sedang kangen atau sedang jatuh hati. Wkwkwk…

Aku akan bersemangat ketika membaca kisah tokoh-tokoh filsafat Muslim, seperti Al Farabi, Ibnu Sina, Imam Al-Ghazali, Ibnu Rusyd, Al-Kindi dan yang lainnya. Membaca kisah dan sebagian karya beliau-beliau, sungguh berbeda dengan membaca buku kebanyakan. Aku seperti dibawa ke alam yang berbeda, penuh dengan cahaya ilmu pengetahuan. Sedihnya, cahaya itu seperti berputar di sekitar aku saja, tidak masuk ke dalam tubuh dan jiwaku. Entahlah !

Anehnya tidak ada langkah konkrit dari aku untuk belajar tentang apa itu yang namanya filsafat. Hingga akhirnya saat aku kesasar test kuliah Magister Ekonomi Syariah di IAIN Cirebon, ternyata penguji aku adalah Prof. Dr. H. Cecep Sumarna seorang Guru Besar Filsafat Ilmu di IAIN Cirebon. Bukannya di uji dengan pertanyaan-pertanyaan, aku malah disuruh beli rokok Surya 2 bungkus. Aku pun beli ke depan kampus dan beliau cuman bilang : “Selamat… udah lulus dek.” :mrgreen: :mrgreen: :mrgreen:

Wkwkwk… dan itu sungguh mengajariku filsafat yang sesungguhnya, aku benar-benar mengidolakan beliau sejak saat itu. Alhamdulillah sekarang aku satu civitas akademika dengan beliau, walau beliau sepertinya belum tahu kalau aku kagum dan favorit ke beliau.

Yang ingin tahu tentang Prof. Dr. H. Cecep Sumarna silahkan klik link curiculum vitae beliau dan link tulisan filsafat beliau di www.lyceum.id. Aku juga pernah beberapa kali mengintip tulisan beliau tentang filsafat disana. Mau aku pajang foto beliau disini, akunya malu belum izin, soalnya berteman di Facebook. Aku biasa share tulisan di blog ini ke Facebook, biar teman-teman Facebook ada yang baca blog aku. 😉

Balik lagi ke cerita test S2 aku, ternyata aku beneran lulus gaes! Gara-gara beliin rokok Surya 2 bungkus, uangnya dari Prof Cecepnya bukan dari aku. Walau ternyata cerita kuliah S2 aku di Ekonomi Syariah IAIN Cirebon hanya bertahan sampe masa orientasi saja. Intinya aku sampe sekarang juga belum kesampean lulus S2, jurusan apapun, padahal pernah kuliah S2 sampai semester 3. Wkwkwk…

Dikarenakan ada cerita tentang filsafat dan tentang rokok, maka lahirlah judul tulisan “Filsafat Rokok”. Aku berharap dengan dituliskannya tulisan filsafat, aku bisa menjaga semangat untuk terus belajar tentang filsafat. Mungkin aku akan sotoy dan ngacapruk (asal cuap-cuap) tentang filsafat, entah benar atau tidaknya. Aku berharap kalau aku ada kesalahan dalam menulis tentang filsafat, ada teman-teman yang mengingatkan.

Baiklah, ngacapruk dimulai dengan membuka contekan.

Filsafat berasal dari bahasa Yunani, yakni philein (cinta) dan sophos (kebijaksanaan). Secara etimologi filsafat mungkin dapat diartikan filsafat adalah cinta akan kebijaksanaan. Setelah aku buka contekan, pengertian filsafat menurut para ahli itu banyak sekali dan membuat pusing kepala aku. Aku baru menemukan 2 pengertian filsafat yang dapat aku fahami.

Yang pertama pengertian filsafat menurut Al-Kindi : “Filsafat adalah pengetahuan yang benar mengenai hakikat segala sesuatu yang ada, sejauh (sedalam) mungkin bagi manusia.”

Yang kedua adalah pengertian filsafat menurut Plato : “pengetahuan tentang segala yang ada.”

Aku suka dengan kalimat dari Al-Kindi : “sejauh dan sedalam mungkin bagi manusia.” Seperti dikala kita mencintai seseorang dengan tulus, kita pasti berusaha untuk mengerti hatinya sejauh dan sedalam mungkin. Apa sih yah? Wkwkwk… sepertinya filsafat itu adalah cinta pun begitu sebaliknya, cinta adalah filsafat. Benar ternyata etimologi di atas.

Endog dan UMild

Lantas apa itu Filsafat Rokok? ingat yah teman-teman ini adalah pengertian khusus di blog aku saja, jadi rencananya semua pemikiran atau ide atau apapun itu yang aku dapatkan ketika aku merokok dan bahkan ketika tidak merokok yang aku anggap tentang filsafat, akan aku tulis di kategori Filsafat Rokok.

Jadi Filsafat Rokok di blog aku bukanlah pengetahuan yang benar mengenai hakikat rokok (sejauh dan sedalam mungkin). Bukan, bukan itu, walau mungkin nanti kedepannya ada kefikiran juga sih bahas lebih dalam tentang rokok. Entahlah lagi ! Namanya juga ngacapruk. Inti kategori Filsafat Rokok di blog aku adalah ngacapruk tentang segala yang aku anggap filsafat, semoga ada gunanya. Minimalnya tidak menyesatkan aku, kalau menyesatkan yang lain sih bukan salah aku. Wkwkwk…

Advertisements

2 thoughts on “Filsafat Rokok

  1. MP Bhaskara May 21, 2019 / 2:36 am

    sip ,ga nutut aku bahas nya filsafat, tokoh yg tak tahu cuma abu nawas dr cerpen 😂

    Liked by 1 person

Silahkan komen...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s