Sedetik Harap

Malam terurai dengan perlahan

Usap lelah setiap jiwa

Agar terbangun dalam tiada yang sesungguhnya.

Berani membakar siang, lagi.

Tiada takut fana, lagi.

Suarakan nurani, Walau masih lemah.

Melukis hari, dengan tertatih pun.

Menyebar cinta, secuil juga.

Pantulkan senyum, ke satu sudut saja.

Sudah !!!

Relakan cahayanya menjauh

Jangan siksa hati untuk terus mengharap

Cahaya itu baik kata engkau, belum tentu Kata Tuhan.

Rangkai lagi, nada siang

Tentang lepasnya dia

Tentang sedetik harap baru.

Silahkan komen...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s