Terbakar Siang dan Gelegar Malam

Sebenarnya ini adalah cuitan aku di Twitter, dikarenakan rada nyambung setelah aku baca ulang, jadinya aku satukan disini saja.

Terbakar Siang
Aku terbakar siang…
Aku tidak menjadi daging panggang…
Hanya menjadi penuh asap…
Pandanganku kabur…
Kemanakah jalan yang indah itu?
Kemudian riak matahari menuntunku perlahan…
Aku kembali indah…

Gelegar Malam
Malu mencakar dada…
Termangu dalam remang bintang…
Aku sungguh nihil…
Tapi kau pukul kepalaku dengan lembut…
Otakku waras kembali…
Hidupku belum selesai…
Mungkin saja hanya butuh satu malam…
Hingga nihil ini berubah menjadi gelegar…

Silahkan komen...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s