Manusia Pertama, Manusia Kedua dan Manusia Kesekian…

Setelah kemarin-kemarin bahas Teori Charles Darwin, telah sampailah kita pada kesimpulan bahwa manusia pertama adalah Nabi Adam ‘alaihissalam. Kemudian siapakah manusia kedua?

Pertama sekali aku mohon maaf, pada saat mengetik tulisan ini sedang malas mencontek referensi dari manapun, jadi seingat aku saja yah. Kalau ada yang dirasa salah atau kurang tepat silahkan diingatkan, nanti aku edit.

Okay… manusia kedua adalah Siti Hawa yang diciptakan Allah dari tulang rusuk Nabi Adam. Kemudian mereka berdua hidup penuh cinta dan rahmat di Surga dengan satu syarat, yaitu tidak boleh mendekati pohon Khuldi. Entah berapa lama Nabi Adam dan Siti Hawa tinggal di Surga, yang jelas ada kejadian dimana beliau berdua digoda Iblis.

Sudah merupakan rahasia umum, kalau Iblis sebelum Nabi Adam diciptakan adalah seorang Malaikat dengan pangkat tinggi dan bernama Azazil. Malaikat Azazil ini selain berpangkat tinggi, juga masuk jajaran malaikat paling jenius.

Mungkin karena jenius itulah, Azazil memilih tidak sujud kepada Nabi Adam, yang secara tersirat lebih jenius dari Azazil dan semua malaikat lainnya. Buktinya Allah menyuruh semua malaikat bersujud kepada Nabi Adam, sebagai tanda penghormatan. Maka terusirlah Malaikat Azazil dari Surga dan mendapat julukan baru yaitu Iblis.

Iblis bersumpah akan menggoda seluruh anak keturunan Nabi Adam (padahal pada saat itu Nabi Adam belum punya anak) dan Allah kabulkan sumpah Iblis itu sampai kelak akhir zaman alias akhir dari dunia ini. Serem kan guys…? Sumpah serapah Iblis itulah salah satu penyebab utama adanya kekacauan di dunia yang kita tinggali ini.

Iblis tahu, Nabi Adam dan Siti Hawa dilarang untuk mendekati pohon Khuldi, maka dilancarkanlah godaan masif terhadap beliau berdua. Kebayang kan yah? Iblis yang sudah terusir dari Surga, masih bisa menggoda Nabi Adam dan Siti Hawa yang tinggal di Surga. Jadi jangan aneh, meskipun pada bulan Puasa setan dibelenggu tetapi masih banyak manusia yang terkena bujuk rayunya. Urusan menggoda, itu adalah spesialis dari Iblis dan keturunannya.

Sekian lama tidak tergoda, Iblis akhirnya intens menggoda Siti Hawa seorang. Siti Hawa pun merengek pada Nabi Adam untuk diambilkan Buah Khuldi dan Nabi Adam pun menurutinya. Mendekati saja dilarang, godaan Iblis sanggup membuat Nabi Adam dan Siti Hawa memakan Buah Khuldi tersebut. Ini awal keberhasilan Iblis menggoda manusia.

Allah pun murka, maka diturunkanlah Nabi Adam dan Siti Hawa ke Bumi dengan tempat yang berbeda-beda. Setelah sekian lama beliau berdua saling mencari, akhirnya mereka berdua bertemu di sebuah tempat yang bernama Jabal Rahmah.

Nabi Adam dan Siti Hawa tidak putus asa setelah diturunkan ke bumi dari Surga yang penuh rahmat, cinta dan kenikmatan. Diriwayatkan Nabi Adam Sujud memohon Ampunan sekitar 500 tahun untuk memohon ampunan dari Allah, dan sebab terbesar Nabi Adam diampuni adalah dengan bertawasul kepada ruh Baginda Nabi Muhammad yang terlihat selalu di sisi Allah.

Begitu Agungnya Baginda Nabi Muhammad, sehingga rahmatnya sudah menyebar sebelum beliau dilahirkan ke dunia. Dan ada sebagian riwayat bahwa Ruh yang pertama ditiupkan adalah Ruh Nabi Muhammad yang mendapat julukan Nur Ilannur alias Cahaya di atas Cahaya. Sepertinya ini sudah masuk ranah khilafiah, jadi biarkanlah sekedar pengetahuan kita bersama. Sebagaimana Sabda Nabi Muhammad : “Perbedaan diantara umatku adalah rahmat.”

Jadi jangan bete, kalau ada perbedaan diantara kita dalam hal kunut, tahlilan, penentuan awal puasa dan penentuan hari lebaran. Karena dengan adanya perbedaan diantara kita, maka ada rahmat. Ada yang masih baca sampai disini? Wkwkwk… mohon maaf, aku juga bingung mau nulis apa, yang jelas jari aku sedang bersemangat untuk mengetik.

Kembali kepada kisah Nabi Adam dan Siti Hawa, Mereka berdua melepas rindu yang berat, dan beberapa waktu kemudian lahirlah manusia ketiga yakni putra atau puteri dari Nabi Adam dan Siti Hawa.

Siapakah manusia ketiga? Jujur aku senyum-senyum sendiri, mungkin ada sebagian pembaca yang jawab Habil atau Qabil. Kalau aku mah jujur belum tahu, atau aku lupa siapakah nama Anak Nabi Adam yang pertama alias manusia ketiga. Begitulah, singkatnya dari perkawinan putera puteri Nabi Adam, maka lahirlah manusia kesekian hingga sekarang.

Nah… Tuhan menciptakan manusia pertama, manusia kedua dan manusia kesekian itu tidaklah untuk sebuah hal sia-sia atau tanpa maksud. Skenario Allah itu sempurna, tanpa celah sampai kelak Malaikat Israfil meniupkan terompet pertanda Hari Kiamat Tiba.

Untuk menjawab pertanyaan kenapa kita sebagai manusia diciptakan, kita sebagai muslim sudah punya panduan yaitu Al-Quran Karim. Lihat saja manusia-manusia barat dengan kemajuan sains modern mereka, mereka masih bertanya-tanya :”Who am i? Kenapa mereka diciptakan? Akan kemana mereka setelah mereka mati?” Dalam hal ini kita sebagai muslim menang telak, karena kita semua sudah tahu jawabannya yang semuanya tercantum dalam Al-Quran Karim.

Kemudian, aku sebagai manusia kesekian yang diberi tugas oleh Allah untuk menjadi khalifah di bumi ini, sebenarnya masih mencari peran. Peran aku itu di bidang apa sih? Apakah di bidang Rock’N Roll? Atau di bidang penulis ataukah di bidang gamer profesional? Apakah peran utama, ataukah peran figuran? Biarlah waktu yang menjawab…

Apapun peran kita di dunia ini, khalifah itu adalah menebar rahmat, bukan menebar perang dan huru-hara. Jadi jangan pernah salut sama teknologi nuklir dan senjata kimia, yang tampak canggih tetapi merusak secara masal kehidupan manusia. Belum lagi radiasinya, yang butuh waktu sekian tahun untuk normal kembali.

Dan ada sedikit perbedaan kita sebagai manusia kesekian, yaitu yang menggoda kita bukan Iblis, tetapi setan yang adalah anak keturunan dari Iblis. Tenang saja, setan itu lemah koq… ada tertulis di Al-Quran. Meskipun aku kadang aneh, meskipun setan itu lemah, koq masih saja bisa menggoda aku yah? Wkwkwk…

Terakhir, teman-teman sekalian jangan marah yah, meskipun tulisan ini gak jelas arahnya, aku beranikan diri untuk disimpan di kategori Ilmu Pengetahuan. Barangkali aja, nantinya tersusun menjadi sebuah hal yang bisa asik dibaca. Minimal asik buat aku… :mrgreen: :mrgreen: :mrgreen:

One thought on “Manusia Pertama, Manusia Kedua dan Manusia Kesekian…

Silahkan komen...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s