Bahagia Itu Penting… Bahagia Itu Bisa diciptakan… #Mungkin

Wkwkwk…

Bahagia adalah keadaan atau perasaan senang dan tenteram (bebas dari segala yang menyusahkan), begitu sih terjemahan dari Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Bahagia atau kebahagiaan seseorang itu beda-beda, tapi yang paling umum adalah bahagia dalam cinta. Siapa sih manusia di dunia ini yang gak butuh cinta dan gak pernah bahagaia karena cinta?

Okay… kenapa bahagia setiap orang itu berbeda-beda? Jawabannya mungkin karena setiap orang diciptakan berbeda-beda, klise bingit yah jawabannya? Wkwkwk… misalnya nih, ada orang yang bahagianya itu ketika punya uang banyak, ada yang bahagianya itu ketika selalu bersama kekasih hatinya. Ada juga yang bahagianya ketika maen game kesukaanya, ada juga yang bahagianya itu ketika dia jalan-jalan ke mall, atau bahagianya ketika memberi makan binatang kesukaanya.

Kenapa bahagia itu penting? Soalnya dengan bahagia kita selalu bisa melakukan yang terbaik dalam hidup. Kebayang gak sih, kalau kita sedang sedih tetapi keadaan mengharuskan kita kerja lembur misalnya? Pastilah hasil kerja kita tidak akan maksimal. Right?

Pun begitu dalam belajar, membaca, menulis, itu akan lebih asik dikala kita bahagia, tulisan kita akan lebih punya power dan impact yang lebih luas. Meskipun tidak bisa dipungkiri banyak tulisan, novel, buku, puisi dan bahkan lagu yang tercipta di saat sedih. Itu sudah masuk ranah seni, sebagai pelengkap dari kepastian sistem kehidupan, yakni selalu ada dua sisi bahagia dan sedih. Aku mah sampai saat ini kalau sedang sedih, jangankan nulis, berfikir jernih pun tidak bisa.

Aku pernah mendengar dari guru ngaji aku, ketika aku masih kuliah dan kami sedang jalan-jalan berdua :

“De (panggilan kesayangan ke aku)… ada sebuah kitab Imam Syafi’i yang intinya jagalah hati kita agar selalu bahagia.”

Aslinya mah ada tambahanya, bahwa ilmu akan mudah dan cepat terserap ketika kita sedang bahagia, tapi aku lupa detailnya. Maklum itu sudah berlalu sekitar 13 tahun yang lalu. Sejak saat itu aku tak pernah membebani diriku dengan hal-hal yang tidak membuatku bahagia. Rumus aku yang tadinya selalu ‘push until the limit’, langsung aku rubah menjadi ‘menikmati hidup agar bahagia selalu’.

Sedih itu adalah sebuah kepastian yang bisa datang kapan saja, aku merasa tugas aku adalah meminimalisir kesedihan ketika sedih itu datang. Bahkan DR. Aidh Al-Qarni membuat buku super mega best seller di seluruh penjuru dunia yang berjudul La Tahzan alias jangan bersedih. Seorang Doktor dengan seabreg karya, menyoroti secara khusus masalah sedih, berarti menurut aku jangan bersedih itu penting.

Selanjutnya adalah bahagia itu bisa diciptakan, pernah baca tapi lupa dimana, dan sekarang-sekarang ini aku sedang mengalaminya sendiri. Misalnya nih ketika aku lagi bete atau bosan, maka aku akan segera mengambil headset dan memutar lagu rock ‘n roll, kemudian aku pun bahagia lagi.

Kalau aku sedang sedih, maka aku akan pergi ke luar, seringnya ke alam terbuka, kemudian minum kopi, merokok dan mendengarkan musik. Tidak butuh waktu lama, sedih itu pun hilang atau berkurang. Setelah itu, aku akan lupa kalau sedang sedih, tenggelam bersama alam dan alunan musik, terus pulang deh.

Apakah harus mendengarkan musik untuk menciptakan bahagia? Itu hanya salah satu saja, masih banyak cara menciptakan kebahagiaan, karena setiap orang punya cara. Ada yang kalau sedang sedih, malah nulis di buku diari sampai kertasnya hampir robek saking kerasnya tekanan dari pena yang digoreskan, dan kemudian sedih itu pun hilang.

Ada yang kalau sedang sedih, maen game bersama teman nya, kemudian akhirnya tertawa bareng. Ada juga yang kalau sedang sedih, kemudian dia shalat, berdoa dan mengaji, kemudian hilang sedihnya. Ada juga yang kalau sedang sedih dia berteriak sekerasnya, kemudian sedih itu pun hilang.

Nah… menurut aku, semua cara menghilangkan kesedihan di atas dan pasti masih banyak cara lainnya, itu bisa dikategorikan dengan menciptakan bahagia atau kebahagiaan. Sebagai pelengkap ada lagu ‘Kubahagia-Melly Goeslaw’, silahkan di play…


Lagu ini sering aku putar, ketika aku SMA dulu dan berhasil membuat aku ceria baik sepanjang hari atau kadang sementara dan sebentar saja. Dan lagu ini selalu menciptakan visualisasi lapangan basket sekolahku dulu, SMAN 1 Kuningan yang kesananya adalah jalan menuju kantin dimana aku berkenalan dengan seseorang yang begitu indah, skip ah, ini mah bercanda. :mrgreen: :mrgreen: :mrgreen:

Oh ya, ini adalah tulisan asal nulis yah guys… jadinya jangan terlalu serius, makanya aku kasih hastag #Mungkin. Jadi kalau ada yang mau protes jangan terlalu keras yah, ini baru mungkin… Dan jangan pernah menyesal baca tulisan panjang berantakan dan sedikit tidak jelas arahnya ini yah, minimal bisa dengarkan lagu. Wkwkwk… Jangan Lupa Bahagia… Ilalliqa’ guys…

Silahkan komen...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s