Cerita Kopi Aku

Hari ini lagi pengen Torabika Capuccino…

Kopi saya bundar, bundar kopi saya… Wkwkwk. Oh… itu mah topi yah, biasalah kalau jam istirahat itu memang suka agak aneh aku, suka tambah lucu gituh. :mrgreen: :mrgreen: :mrgreen:

Okay… ngomongin kopi nih guys, udah banyak banget kopi yang aku coba. Sepertinya meskipun mata aku ditutup, kemudian disajikan kopi di depan hidungku, aku bisa menebaknya deh. Soalnya aku termasuk yang tidak istiqomah gituh dalam hal kopi, sering banget gonta-ganti, tapi kalau pacar sih enggak yah. πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

Pertama kali mengenal kopi itu adalah masa SD, dapetnya pas ada sodara hajatan. Iseng aja nyobain kopi hitam yang ditanam oleh penduduk di desaku, kemudian di sangray (dipanaskan biji kopinya), ditumbuk dan dimasak sendiri. Beuh… enak bingit kopinya, kopi hitam desaku ini favorit aku sampe sekarang. Meski jarang banget dapatnya, udah gitu sepertinya udah jarang banget yang menanam pohon kopi.

Masa-masa SD itu kopi belum menjadi keharusan buat aku, pun begitu masa-masa SMP. Hanya saja ketika SMP, lidahku bertambah kosakata kopinya, ada kopi hitam Kapal Api dan kopi ABC susu. Pengetahuan kopi ku mulai berwarna, meski baru bertambah 2 warna saja.

Memasuki masa SMA, disinilah cerita kopi ku yang sesungguhnya dimulai. Soalnya begitu masuk SMA, aku udah mulai senang merokok. Dan rokok itu lebih nikmat jikalau ada kopi, perpaduan yang indah memang.

Kopi yang paling menjadi kenangan pada masa SMA adalah Nescafe ice dan terkadang Good Day Freeze. Aku mulai menyukai es kopi, yang jarang aku temuin di desa tempat kelahiranku. Harganya yang 2 ribuan pada waktu itu, terhandle oleh Edwin sahabatku. Dia selalu bayarin kopi aku soalnya, hampir tiap hari lagi. Makasih yah Win… πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

Memasuki dunia kuliah, tambah berwarna lagi cerita kopiku. Aku mulai merambah berbagai merk, bukan buat riset. Tapi aku memang cepat bosan soal kopi, 1 bulan adalah waktu terlama aku istiqomah dengan 1 merk kopi.

Hubunganku yang dekat dengan ibu kantin kampus dan ibu warteg kosan, menjadikan akses terhadap kopi menjadi lebih gampang. Sebut saja, Indocafe, dari mulai yang mix sampe yang capucino, Good Day, Nesacafe kopi hitam hingga Torabika Capucino menemani hari-hariku.

Memasuki dunia kerja, hingga sekarang, masih ada tambahan perbendaharaan lidahku dalam hal kopi. Ada Kopiko brown kopi, Luwak Arabica hingga kopi yang gulanya terpisah itu, aku lupa merknya dan ada juga kopi J-Co kadang-kadang. Wkwkkwk… Maaf yah kalau tulisan ini sudah seperti iklan kopi saja. πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

Meskipun aku pernah mencoba berbagai jenis kopi, ada 3 kopi yang paling sering aku minum : kopi hitam buatan desaku, kopi hitam Kapal Api dan terakhir kopi Indocafe yang dicampur susu Bendera Gold. Nah, ketiga kopi ini masih bertahan sampe sekarang guys…

Terakhir, kopi yang paling nikmat itu adalah kopi yang dibuat oleh pacar atau istri kita guys… Rasanya beda bingit, ada tambahan rasa cintanya. Wkwwk… gak percaya? Ayo buruan cari pacar atau istri untuk membuktikannya, terus minta dibikinin kopi deh… πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

4 thoughts on “Cerita Kopi Aku

  1. amijasmine December 14, 2017 / 1:50 pm

    Ini kayaknya kang Andri curcol pengen dibikinin kopi sama seseorang. Btw,dah ada calon istri Kang?

    Liked by 1 person

Silahkan komen...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s