Tangga di Kampusku

Tangga di kampusku

Mendengar kata ‘Tangga’, aku sih biasanya teringat dengan grup band yang nyanyiin lagu : “maafkanlah bila ku selalu, membuatmu marah dan benci padaku, kulakukan itu semua, hanya untuk buatmu bahagia.” Wkwkwkk… Aku ngetiknya sambil nyanyi, yah lagu ini dulu sering aku putar, mengiringi salah satu kisah bersejarah aku dengan seseorang yang kini sudah ada yang memiliki.

Tapi bukan grup band Tangga yang mau aku ceritakan kali ini, melainkan tangga di kampusku yang sedang kududuki, percis di tanda panah pada gambar di atas. Memangnya ada apa sih dengan tangga di kampusku?

Begini ceritanya, jadi udah banyak orang yang sering lihat sesosok makhluk halus suka nongkrong di tangga tersebut. Tapi itu mah tangga di bagian keuangan, tempat 6 tahun aku bekerja di kampusku. Sekarang aku sudah pindah ke bagian jurusan Bahasa Indonesia, jadi tangga yang mau diceritain adalah tangga di kampusku yang bagian jurusan Bahasa Indonesia. πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

Untuk nama kampusnya, aku rahasiakan dulu yah, nanti aku ceritakan seiring berjalannya waktu. Sejak kapan waktu bisa berjalan yah? Memangnya waktu punya kaki? πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚ Apa sih yah? Ini jariku ceritanya sedang melucu pemirsah… Wkwkwk…

Kembali ke topik, topik itu nama adik iparku, hadeuh… asli ini jariku kenapa yah? Maaf yah pemirsa, memang ini sepertinya efek dari tengah hari dan masih mager (malas gerak) untuk mencari makan. Jadinya yah nongkrong di tangga ini deh…

Di tanda panah tersebut (foto di paling atas), aku sering banget duduk, karena letaknya di pinggir, kemudian ada penghalang kepala, jadi jarang kaki yang menginjak tanda panah tersebut, jadinya di tanda panah tersebut selalu bersih. Itu salah satu alasanku sering nongkrong di tangga kampusku.

Alasan kedua adalah ruangan kerjaku ber-AC, jadinya gak bisa merokok, jadi aja tangga ini jadi pelarian aku merokok. Aku sering di sapa oleh Bu Sekretaris jurusan yang seorang wanita dengan gelar S3 : “Wah… Ahli hisab nih Mas Andri.” Aku biasanya menjawab iya saja sambil tertawa. Ahli hisab dan Rukyat, bukan itu, aku sih ahli hisab rokok Marlboro Lights, wkwkwk…

Nah… Baru siang ini, tiba-tiba aku kepikiran tentang “Filosofi tangga” yang mengajarkan kita tentang step by step alias satu langkah demi langkah untuk sampai di atas. Bisa aja sih loncat dan menaiki langsung 2 urutan tangga, tapi kita akan cape dan sangat mungkin terjatuh. Gak percaya? Silahkan dicoba sendiri yah… Wkwkwk…

Tangga di kampusku mengajarkan, untuk bisa ke atas itu harus step by step. Misalnya nih dari seorang karyawan, kemudian menjadi kasubag, kemudian menjadi kabag, baru kemudian menjadi kepala biro. Boleh aja sih loncat, tapi takutnya kita akan cape atau lebih parahnya terjatuh. Begitulah filosofi tangga yang baru aku ingat lagi hari ini.

Terus intinya apa? Aku sih sedang berfikir untuk menaiki tangga dengan cepat dan langsung ke atas, tanpa terjatuh dan celaka. Nah… Kalau aku bisa terbang sih, mungkin itu akan gampang dilakukan, tetapi permasalahannya sayapku belum tumbuh πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚.

Jadi buat teman-teman yang pernah melihat ada orang biasa, kemudian tiba-tiba menjadi artis terkenal dan banyak uang, itu percis menaiki tangga langsung ke atas dengan selamat. Ayo kita sama-sama cari rahasianya, agar kita bisa sampe ke atas alias sukses dengan cepat. :mrgreen: :mrgreen: :mrgreen:

Soalnya aku juga belum bisa meraih kesuksesan dengan cepat, jadi nanti kalau aku udah bisa sukses dengan cepat, pasti aku bagikan deh caranya. Sekarang barangkali aja ada diantara pemirsah yang tahu cara sukses dengan cepat, silahkan share di kolom komentar yah…

Maaf yah pemirsah kalau tulisan ini tidak jelas dan tidak tentu arah, semoga saja ada gunanya, minimal melancarkan cara membaca dengan cepat. Wkwkwkk… Udah dulu yah bahas tangga nya, soalnya tangga nya udah ketemu cinta… :mrgreen: :mrgreen: :mrgreen:

4 thoughts on “Tangga di Kampusku

  1. shiq4 November 23, 2017 / 3:19 pm

    Saya juga pingin merasakan sesekali berada di tangga yang atas. Mungkin menyenangkan. Cuma terlalu takut menaiki tangga, susah dan takut jatuh. πŸ˜€

    Liked by 1 person

    • Andri Herdiana November 23, 2017 / 3:20 pm

      Setuju… Rumus rahasianya masih aku cari mas… Hehe…

      Like

  2. kutukamus November 23, 2017 / 10:36 pm

    Itu kok fotonya agak aneh ya, seolah-olah tangganya mentok ke tembok alias jalan buntu. (kepo) πŸ™‚

    Liked by 1 person

    • Andri Herdiana November 24, 2017 / 8:41 pm

      Itu ada belok ke kiri aslinya mah… Keren banget sampe perhatian ke situ… πŸ‘πŸ‘πŸ‘

      Like

Silahkan komen...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s