Ini yang Terakhir

Tangismu di gerbong belakang

Kususul engkau di kereta itu…
Kuraih tanganmu, kumintakan maaf padamu…
Kau berlari lagi ke gerbong belakang…
Aku tak menyerah, ku kejar lagi dirimu, kupeluk dirimu…
Kau menangis sesenggukan…
Tangis pemaafan atas kesalahanku yang begitu dalam…
Aku yang khilaf berkhianat padamu tadi pagi…
Tapi sungguh di hatiku hanya ada namamu, tiada pernah terganti…
Engkau sungguh faham itu, dapat kulihat dimatamu saat tangismu berhenti…
Tangis yang belum pernah kulihat sebelumnya…
Tangis yang aku janji, ini yang terakhir…

Silahkan komen...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s