Mimpi, Lukisan dan Malaikat Cinta

Siang itu Aldric bergegas ke koperasi di tempat kerjanya, seperti biasa dia hendak kasbon untuk beli rokok dan bensin motornya. Ternyata ada yang berubah, kasir yang melayaninya, dua-duanya baru dan hebatnya lagi keduanya sama-sama cantik. Aldric yang memang tipe ceria dan supel itu langsung menyapa keduanya.

“Waaahhh… mba berdua baru yah?” Tanya Aldric dengan sedikit senyum.

Keduanya menganggukkan kepala dengan senyum juga, lalu mba yang memakai kerudung merah menjawab : “Iya baru mas.” Padahal Aldric inginnya yang kerudung cokelat yang menjawab, cantiknya beda, batin Aldric.

“Mba… kalau di kamar suka nyalain lampu gak?” Tanya Aldric ke gadis yang berkerudung cokelat.

“Suka lah…” jawab gadis berkerudung cokelat itu dengan sedikit malas dan sedikit jutek.

“Kalau kata aku sih nggak usah dinyalain mba, kan mba nya juga udah terang,” rayuan standar yang Aldric punya, itu udah sering di dengar oleh teman-temannya. Dan gadis berkerudung cokelat itu beneran no respon, malah terlihat membuang pandangan dari Aldric.

Aldric akhirnya berhasil kasbon 1,5 juta, cukup untuk resiko makan, rokok dan bensin sampai akhir bulan yang tinggal 10 hari lagi. Dan ternyata yang membuat kuitansi kebetulan gadis yang berkerudung cokelat, Rahayu Jelita Putriani namanya. Seorang gadis cantik berkerudung dengan hidung mancung, sorot mata yang bening dan tajam, tinggi sekitar 170 cm, beda 6 cm dengan Aldric yang mempunyai tinggi 176 cm, tapi masih sebatas rasa suka biasa buat Aldric.

Aldric memacu Aprilia RS250 nya dengan kecepatan tinggi, siang itu kebetulan jalanan Cirebon – Kuningan sedang sepi. Aldric terbiasa beristirahat kerja semaunya dia, meskipun sudah jam istirahat, dia terkadang masih di depan komputer ruangan kerjanya, sebaliknya sekarang sudah jam 2 siang, dia malahan baru istirahat. Aldric biasa istirahat secara acak, meskipun ada tempat favoritnya yang sering dia jadikan tempat istirahat, kali ini dia menuju arah Balong Cigugur, Kuningan. Rambutnya yang gondrong tertutup helm, akan terlihat gantengnya begitu helmnya dibuka, pun hari ini, Aldric turun dari motor dan terlihat keren banget memarkir RS250 miliknya di parkiran Balong Cigugur.

Aldric langsung menuju ke bagian atas Balong, sebuah tempat favoritnya yang asik buat nongkrong dengan udara sejuk dan dinaungi pepohonan yang besar dan rimbun. Dia keluarkan laptop dan cemilan dari tasnya, terlihat juga sebuah minuman beralkohol 40%, Mansion House, ia bungkus pakai keresek hitam. Yah… semenjak rumah tangga Aldric harus berpisah di pengadilan, sekitar 3 bulan yang lalu, Aldric kini kembali berteman dengan minuman kesukaannya dulu, ketika dia masih kuliah. Yang bikin Aldric terkadang sedih dan sedikit perih itu bukanlah mantan istrinya, ia sangat memikirkan puteri semata wayangnya yang masih berusia 4 setengah tahun.

Tiba-tiba ia melihat bayangan Rahayu, gadis cantik berkerudung cokelat yang ia temui barusan di tempat kerjanya. Bayangan itu seperti hologram yang terpantul dari infokus, tapi cukup jelas di mata Aldric. Aldric memang mempunyai keistimewaan bisa melihat makhluk ghaib, termasuk bayangan Rahayu yang begitu jelas kali ini, tidak semua orang pernah mengalaminya. Aldric merasa ada getaran yang berbeda merasuki hatinya, bayangan Rahayu tampak cantik dan memaksanya untuk merasakan lagi getaran suka yang begitu dalam.

Aldric pun membuka laptopnya, langsung dia searching nama Rahayu Jelita Putriani di internet. Dia langsung add Facebook dan Instagram Rahayu, berharap langsung di confirm dan langsung bisa ngobrol dengannya. Tiba-tiba ada perasaan ingin melindungi, ingin membahagiakan dan ingin selalu di dekat Rahayu, begitu yang Aldric rasakan. Dia lihat jam tangan, sudah jam 4 sore, Rahayu belum juga confirm pertemanan di Facebook atau juga Instagram.

Aldric pun kembali ke Cirebon, dia terbiasa bawa motor dalam pengaruh alkhol. Dia kalau minum itu hanya untuk have fun, bukan untuk sampai mabuk parah dan rese. Selama perjalanan, Aldric benar-benar diikuti oleh bayangan Rahayu tersebut, membuat perjalanannya terasa indah dan berbunga-bunga. Setelah absen di kantornya, Aldric pun melihat koperasi sudah tutup dan sepertinya Rahayu sudah pulang, dia pun bergegas pulang.

Sampai di rumah, Aldric merasa sangat lelah, dia pun mandi dan langsung tertidur. Dalam mimpinya, dia melihat Rahayu membelakanginya dengan membawa setangkai mawar, sepucuk surat dan 2 buah cokelat Cadbury. “Rahayuuuuu…” panggil Aldric, tetapi dia seperti naik ke langit dan masuk ke sebuah istana.

“Rahayuuuu…” teriak Aldric sembari bangun dari tidurnya, ternyata teriakan Aldric sampai di alam nyata. “Ternyata hanya mimpi,” batin Aldric. Anehnya Aldric merasa ada sedih yang mendalam setelah mimpi tadi, ia merasa tidak ingin kehilangan Rahayu, ia benar-benar langsung merasa sayang yang begitu dalam kepadanya.

Langsung Aldric mengambil persediaan kertas surat warna-warni yang biasa dia pakai untuk mengungkapkan kata cintanya kepada mantan istrinya dulu. Dia pun mulai menulis surat yang ditujukan untuk Rahayu.

“Teruntuk Rahayu…”
“Maaf atas lancangku, tapi sungguh aku tiba-tiba mencintaimu, aku sungguh sayang padamu. Aku ingin memintamu menjadi kekasihku,bila kau mau jadi kekasihku, maka bawalah dan simpanlah bunga mawar pemberianku. Tetapi sebaliknya, bila kau tidak mau, maka tinggalkanlah bunga mawar ini di atas meja kerjamu.”
“Oh yah… aku baru pisah dengan istriku 3 bulan kemarin dan punya 1 anak perempuan, 4 setengah tahun umurnya.”
“Hormatku, Aldric.”

Selesai menulis surat, Aldric langsung bergegas dan berpakaian seragam kerjanya. Ia berangkat pagi sekali dan langsung menuju toko bunga, dia beli setangkai bunga mawar merah, itu sudah menjadi kebiasaan Aldric kalau mau nembak cewek. Kebiasaan selanjutnya adalah membeli dua buah cokelat batangan Cadburry. Langsung dia simpan di atas meja kerja Rahayu, kebetulan masih sangat pagi, jadi belum ada orang lain yang masuk.

Aldric langsung menuju ke ruangan kerjanya, sebuah meja dengan iMac terbaru langsung ia nyalakan. Dia adalah seorang desainer grafis di tempatnya bekerja, lulusan cum laude Unikom Bandung. Refleks, Aldric langsung melukis bayangan Rahayu yang bayangannya kembali hadir di depannya, dia melukis dengan penuh perasaan dan dengan penuh rasa ingin memiliki, ia tuangkan dalam lukisan Corel Draw yang sangat indah.

Sementara Rahayu sangat kaget begitu mendapati sebuah amplop surat, setangkai bunga mawar merah dan 2 buah cokelat Cadburry di atas meja kerjanya. Dia baca surat itu perlahan, kemudian dia tarik nafas dalam-dalam. Begitu selesai membacanya, tak dapat dia pungkiri, kegantengan Aldric sempat membuatnya terpesona, Rahayu melihat ada jiwa yang begitu kuat pada diri Aldric, ia yang tak pernah suka rambut gondrong ala Rocker, kini harus takluk dan suka. Tapi yah hanya sebatas suka, apalagi kemarin selepas Aldric keluar koperasi, semua teman-teman Rahayu tak berhenti menggosipkan Aldric. Mereka bilang Aldric itu duda 1 anak yang banyak hutang lah, sering dicari penagih hutang kartu kredit lah, dan sering kena hukuman indisipliner.

Seperti ada ganjalan yang sangat kuat di hati Rahayu, rasa suka ke Aldric perlahan terkikis dan seolah-olah hilang gara-gara image Aldric yang jelek. Apalagi Rahayu tidak bisa membohongi dirinya kalau dia sudah saatnya menikah, dia harus mencari pria mapan, bukan pria yang banyak hutang seperti Aldric. Akhirnya Rahayu memutuskan untuk meninggalkan setangkai bunga mawar merah di atas meja kerjanya, meski ada sedikit rasa sedih di hatinya, “Maafin aku yah Al…” batin Rahayu.

Begitu waktu pulang kerja tiba, Aldric tidak langsung pulang, tetapi menunggu suasana kantor sepi dulu. Dia kemudian menyelinap ke koperasi tempat meja kerja Rahayu berada. Dilihatnya setangkai bunga mawar masih tergeletak di atas meja kerja Rahayu.

“Huft, ternyata Rahayu menolakku,” batin Aldric. Aldric memang mempunyai mental yang sangat kuat, dia tidak pernah malu atau down ketika ditolak perempuan. Pun kali ini, hanya saja bedanya Aldric merasa kalau Rahayu itu beda, penolakkan Rahayu membuatnya berfikir : “Apakah Rahayu tidak merasakan apa yang aku rasakan yah?”

Malamnya… Rahayu membuka laptop sambil bersender ke tembok kamar di atas kasurnya, dia mulai menghabiskan cokelat Cadbury terakhir pemberian Aldric. “Nih cokelat enak juga, confirm ah pertemanan sama Aldric, gak ada salahnya juga berteman.” Gumam Rahayu dalam hati.

Begitu Rahayu confirm pertemanan dengan Aldric di Facebook, Rahayu melihat sebuah lukisan yang sangat indah di beranda Aldric. Lukisan animasi seorang perempuan yang sangat cantik dengan kerudung cokelat, tampak wajahnya dari pinggir hendak masuk ke sebuah istana di atas langit. Terlihat ada sebuah caption di bawah lukisan tersebut : “Engkau bisa saja pergi di dalam mimpiku, tapi takkan kubiarkan kau pergi di alam nyataku,” begitu caption lukisan tersebut.

“Lukisannya indah banget, tapi perempuan itu koq mirip sekali denganku. Ataukah itu memang diriku?” Batin Rahayu. Kemudian didorong rasa ingin tahu yang teramat besar, Rahayu memberanikan mengirim pesan kepada Aldric.

“Malem Al… kalau boleh tahu perempuan itu siapa yah?” begitu bunyi inbox dari Rahayu.

“Emmm… dia seorang bidadari, bidadari langitku,” jawab Aldric. “Dia memang sangat mirip denganmu, tapi sayang dia telah meninggalkanku di alam mimpi, untung saja di alam nyata aku masih bisa inbox-an dengan dia,” lanjut Aldric.

“Nih sekarang aku sedang balas pesannya, wkwkwk…” jawab Aldric lagi.

“Maksudnya itu beneran lukisan aku yah? Emang kamu punya foto aku Al?” Tanya Rahayu.

“Itu aku lukis dari bayangan dirimu, yang dirimu kirimkan ke aku. Lagian dirimu itu harus tanggung jawab, emangnya enak diganggu bayangan dirimu terus?” Jawaban dari Aldric mengalir begitu saja.

“#$@%@$&%$#@&%…” sebuah pesan balasan dari Rahayu.

Rahayu langsung menyimpan diam-diam lukisan tersebut, sebuah lukisan dirinya dari beranda Aldric yang terlihat mendapat 1,3k like dan 46 komentar. Kemudian dia buka dengan Foto Viewer MacBooknya, sungguh Rahayu hanya tertegun melihat keindahan lukisan gambar dirinya sendiri. Dia perhatikan dengan detail lukisan tersebut, ternyata Rahayu bisa merasakan adanya aliran perasaan cinta yang begitu dalam dari Aldric pada lukisan tersebut.

“Andai saja dirimu masih bujangan dan tidak punya banyak hutang, pasti aku akan menerima dirimu jadi kekasihku dengan sepenuh hati,” bisik hati Rahayu. Tak lama kemudian Rahayu tertidur dengan lelapnya, karena kecapean sehabis bekerja tadi siang. Dan ternyata Rahayu bermimpi, sungguh mimpi yang begitu jelas.

Dalam mimpinya itu Rahayu bertemu dengan 10 Malaikat yang semuanya gagah, memakai pakaian putih, hidung mancung, rambut panjang, telinga agak panjang ke atas dan juga sayap yang indah. Mereka memperkenalkan diri sebagai Malaikat Cinta, mereka membawa Rahayu ke istana langit yang megah dan indah, ada pesta besar disitu. Anehnya lagi Rahayu melihat Aldric duduk di sebuah kursi istimewa, sambil memegang gelas berisi anggur merah.

Kemudian pemimpin Malaikat Cinta itu bertanya kepada Rahayu, tidak pakai mic, tapi semua yang ada di istana langit itu tiba-tiba terdiam dan mendengarkan perkataan pemimpin para Malaikat Cinta itu : “Wahai Rahayu… adakah kau masih akan menolak Aldric yang begitu tulus dan mencintaimu begitu dalam? Lihatlah lukisan para wanita di sudut tembok istana ini, itu semua calon istri Aldric yang semuanya juga terbaik untuk Aldric.”

Kemudian Rahayu sekilas memandang lukisan besar tersebut, terlihat ada 3 lukisan perempuan yang kesemuanya cantik, sementara sorot mata tajam Aldric menatap Rahayu dan seolah menunggu jawaban darinya. Dan tiba-tiba terlihat Aldric seperti menghampiri 3 lukisan perempuan tersebut. Rahayu pun langsung berteriak menjawab pertanyaan pemimpin Malaikat Cinta tadi : “Baiklah… aku akan menerima Aldric dengan apa adanya…”

“Aldric…” teriak Rahayu setelah bangun dari tidurnya. Kemudian dia mendapati pesan dalam inbox facebooknya, sebuah pesan dari Aldric.

“Apakah dirimu bermimpi di bawa Malaikat Cinta ke Istana Langit?” Tanya Aldric. “Pasti mimpi kita sama, nanti sehabis Subuh aku jemput dirimu yah,” lanjut Aldric.

Aldric memacu Aprilia RS250 miliknya dengan cepat, ia tak sabar untuk bertemu dengan Rahayu pujaan hatinya. Begitu sampai di rumah Rahayu, Aldric tertegun sejenak, dilihatnya Rahayu memakai jaket kulit warna hitam dan celana jeans dengan sepatu tinggi yang mirip Nicky Astria, percis lady rocker. Sungguh sebuah setelan yang serasi dengan Aldric, bedanya celana jeans Aldric ada bolong-bolongnya. Kemudian mereka berdua pergi ke pantai yang tidak begitu jauh dari rumah Rahayu.

Begitu sampai ke pantai dan turun dari motor, mereka berdua langsung berpelukkan, tidak ada kata yang terucap dari mulut mereka berdua. Matahari terbit sungguh menjadi saksi begitu dalamnya cinta mereka berdua yang akhirnya menang melawan gosip dan image yang jelek dari seorang Aldric.

Tiga bulan setelah itu mereka resmi menikah, Ara putri semata wayang Aldric pun hadir dan akhirnya tinggal bersama dengan mereka berdua. Mereka berdua mengontrak rumah apa adanya, Rahayu tidak begitu memperhatikan masalah keuangan, tetapi Aldric mencatat semua pengeluaran Rahayu.

Tak lama kemudian di penghujung tahun, Aldric mendapat proyek yang cukup untuk melunasi semua hutangnya, dan mengganti semua pengeluaran Rahayu. Bukan itu saja, proyek itu ternyata mampu untuk beli rumah sederhana di daerah Cigugur, Kuningan dan sebuah mobil Xenia warna hitam baru.

Dan pada sebuah malam purnama tepat di malam tahun baru, Aldric dan Rahayu sedang duduk di halaman rumah barunya, mereka berdua tampak merayakan malam indah itu, sementara Ara sudah tertidur pulas.

“Happy New Year…” ucap Aldric sambil mengecup bibir Rahayu yang kini sudah menjadi istrinya, tangan kanannya mengeluarkan setangkai bunga mawar merah, sepucuk surat, 2 buah cokelat cadburry dan sebuah kalung dari emas putih, yang langsung Rahayu pakai.

“Makasih sayang, Happy New Year juga yah…” jawab Rahayu penuh dengan haru. Dia cium bunga mawar merah itu, kemudian dia langsung makan cokelatnya dan dia buka isi surat dari Aldric yang kini telah menjadi suaminya tersebut.

“Dear My Beautifull Wife…”
“Terimakasih telah percaya padaku, terimakasih telah menjadi bagian hidupku, terimakasih untuk semua yang telah kau berikan dan engkau korbankan untukku.”
“I Love You So Much…”

“Tunggu dulu… aku juga punya kejutan untukmu suamiku,” sergah Rahayu ketika melihat Aldric mulai nyosor dengan muka memerah, dari mulutnya Rahayu faham, bau anggur merah yang entah darimana Aldric dapatkan.

Rahayu mengeluarkan sepucuk surat dan sebuah gitar akustik hitam merk Ibanez, yang kurang lebih harganya 5 juta Rupiah. Rahayu tahu, Aldric sangat memimpikan gitar tersebut, namun Aldric enggan membelinya dikarenakan mementingkan kepentingan keluarganya, yah kebutuhan anak dan istrinya menjadi yang utama buat Aldric saat ini. Begini isi surat dari Rahayu :

“Dear Pangeranku, Aldric Rava Sundara”
“Terimakasih kau telah memilihku, aku masih ingat kau masih punya 3 pilihan perempuan lainnya dalam mimpi kita dulu. Tunggu aku ikhlas dulu yah, barulah nanti engkau aku izinkan menikah lagi. Untuk sekarang ini, aku ingin memiliki dirimu seutuhnya dan belum siap untuk berbagi. Terimakasih untuk sayangmu, cintamu dan semua yang telah engkau berikan padaku.”
“I Love You too So Much…”

Kemudian mereka berdua menikmati malam bulan purnama sekaligus malam tahun baru itu dengan tawa, bahagia dan bernyanyi bersama, diiringi petikan gitar Aldric. Selang dini hari, gantian para malaikat yang bertasbih dan bernyanyi mengiringi alunan cinta Aldric dan Rahayu yang menunaikan ibadah sebagai suami istri.

 

 

Silahkan komen...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s